Pelatihan Perlindungan Anak Berbasis Konvensi Hak Anak

Menikah Usia Dini Jadi Penyebab Kasus Asusila pada Anak

KOTA BENGKULU – Data Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Reskrimum Polda Bengkulu menyebutkan, 153 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di tahun 2017.

Pada tahun 2018, jumlah tersebut berkurang sekiranya 16%, menjadi 128 kasus asusila terhadap perempuan dan anak.

Berdasarkan penelitian, menikah di usia dini menjadi satu faktor penyebab timbulnya kekerasan serta asusila pada perempuan dan anak, salah satunya karena hamil diluar nikah. Karena pasangan pernikahan dini umumnya belum memiliki mentalitas tinggi dalam berkeluarga.

Terkait itu, asisten sesda 1 Pemerintah Kota Bengkulu, meminta Kantor Urusan Agama (KUA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerja sama mewujudkan hal tersebut, dengan memperbanyak sosialisasi kepada orang tua agar menikahkan anaknya di usia yanh produktif.

“Hak-hak konvensi tentang anak sudah tercantum dalam undang-undang, yang artinya pembinaan, pendidikan juga pengembangan potensi anak sudah dilindungi oleh keluarga,” ujar Fachrizal usai membuka Pelatihan Perlindungan Anak Berbasis Konvensi Hak Anak, pada Selasa (27/11).

Lebih lanjut kata Fachrizal, ada beberapa daerah yang belum maksimal memaknai undang-undang tersebut, sehingga jumlah pernikahan dini yang berujung pada kekerasan dan asusila sangat menghantui.

Diakui Fachrizal, dengan dana yang minim, Kota Bengkulu telah berupaya meminimalisir angka kekerasan terhadap perempuan tersebut, dan berharap ditahu-tahun berikutya, jumlah kasus kekerasan dan tindak asusila pada perempuan dan anak terus berkurang.

“Sesuai kondisi daerah masing-masing, ada daerah yang belum maksimal melakukan perlindungan, pembinaan, sampai mereka mandiri,” imbuhnya.

“Untuk Kota Bengkulu sudah berupaya, walaupun dengan anggaran yang tidak terlalu besar, DP3AP2KB sudah melakukan berbagai langkah, dan pemkot juga secara umum sudah memberikan hak dan perlindungan anak dari berbagai bidang,” demikian Fachrizal. mh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.