Puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Auditorium RRI Bengkulu

Lewat Internet Transaksi, Narkoba Menyebar di Indonesia

KOTA BENGKULU – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu, AKBP. Alexander Soeki, menyebutkan, jaringan internet transaksi, saat ini sudah sangat memudahkan masuknya berbagai jenis narkoba di Indonesia.

Bahkan hasil survei Pusat Penelitian Masyarakat menyebutkan, dari 379 jenis narkoba yang beredar di dunia, 71 jenis diantaranya sudah merambah Indonesia, dan sering kali dibungkus dengan berbagai bentuk agar luput dari pandangan pihak berwenang.

“Internet transkasi mulai marak saat ini, karenanya dari 379 jenis narkoba yang beredar di seluruh dunia, 71 diantaranya sampai ke Indonesia,” ujar AKBP. Alexander Soeki, pada Rabu (6/9/2018) saat memberikan sambutan di Puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Auditorium RRI Bengkulu.

Lebih lanjut kata Soeki, dalam sehari narkoba bisa masuk kedalam 1,77 % tubuh remaja bahkan dewasa di tiap daerah, yang berarti sekira puluhan orang bisa mengkonsumsi narkoba tiap harinya.

“Sebanyak 1,77% dan perhari dapat merusak generasi bangsa sekira 30 orang perhari,” imbuhnya.

Selama tahun 2018, dijelaskan Soeki, BNN Kota Bengkulu telah melakukan ratusan kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, seperti razia diskotik dan warung remang-remang guna mengurangi tingkat konsumsi narkoba dan miras pada remaja.

Tidak hanya itu, selama kegiatan tersebut berlangsung, BNN juga bekerjasama dengan ratusan aparat dari berbagai jajaran di Kota Bengkulu.

“Sepanjang 2018, kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, ada 123 kegiatan serta 150 aparat dari berbagai kalangan di jajaran Kota,” tukasnya.

Soeki menyadari dan berkali-kali menyampaikan, bahwa pemberantasan narkoba sejatinya ialah bertahap dan tidak langsung nyata terlihat, bahkan dikatakan dirinya, pencegahan narkoba bukan perihal mudah.

Perlu ada dukungan nyata, dan perhatian dari semua kalangan, baik itu pemerintah dan masyarakat di Kota Bengkulu. Rasa peduli, prihatin, dan cinta perlu ada demi mewujudkan pelajar yang bebas narkoba, sehingga mereka memiliki masa depan yang menjanjikan.

“Dapat diketahui, penyalahgunaan narkoba ialah kejahatan luar biasa, ia juga salah satu senjata melumpuhkan bangsa, apalagi peredaran dari jaringan Nasional dan Internasional, kecenderungan narkoba meningkat oleh generasi muda,” bebernya.

“BNN bersama kompenen bangsa nyata melawan narkoba, untuk itu, harus ada dukungan dari berbagai pihak,” demikian Alexander Soeki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.